Memahami Kain Furing

Memahami Kain Furing: Fungsi dan Jenisnya

Kain furing, atau yang sering disebut sebagai lapisan dalam, merupakan kain yang digunakan untuk melapisi pakaian. Namun, penggunaannya tidak hanya terbatas pada pakaian, melainkan juga dapat diterapkan pada tas. Kain furing biasanya memiliki bobot yang ringan dan tipis sehingga tidak membuat pakaian terasa terlalu berat. Pada kali ini kami akan mengajak anda memahami kain furing dari segi fungsi dan jenisnya, berikut fungsi dan jenisnya.

BACA JUGA: Jaket Parka Waterproof: Kombinasi Gaya dan Keamanan

Fungsi Utama Kain Furing

  1. Meningkatkan Ketebalan dan Mengurangi Transparansi
    Kain furing bertujuan untuk mempertebal pakaian dan mengurangi tingkat transparansi saat dikenakan.
  2. Menyerap Keringat
    Furing berperan sebagai bahan penyerap keringat, menjaga kenyamanan saat digunakan.
  3. Mengurangi Lekuk Tubuh
    Dengan furing, pakaian memiliki kemampuan untuk mengurangi lekuk tubuh, memberikan tampilan yang lebih rapi.
  4. Memberikan Kesempurnaan saat Dikenakan
    Furing juga berkontribusi dalam memberikan kesan rapi dan nyaman saat pakaian dikenakan.
  5. Mencegah Alergi Kulit
    Penggunaan furing dapat menghindari terjadinya alergi atau rasa gatal pada kulit saat bersentuhan dengan bahan dasar pakaian.
  6. Memberikan Kenyamanan Suhu Tubuh
    Bahan furing mampu memberikan sensasi sejuk, hangat, dan nyaman tergantung pada jenis bahan yang digunakan.

BACA JUGA: Konveksi Jaket di Jogja: Solusi Terbaik untuk Kebutuhan Pakaian Anda

Jenis-Jenis Kain Furing

Berikut adalah beberapa jenis kain furing yang dapat Anda temukan:

  1. Jala
    Kain jala mirip dengan jala ikan, namun digunakan sebagai furing pada pakaian. Biasanya terbuat dari serat katun atau poliester. Cocok digunakan sebagai furing dalam jaket, topi, atau sepatu.
  2. Peles
    Kain tipis yang terbuat dari polyester, sering digunakan pada pakaian anak-anak, bendera, dan sebagai furing dalam tas atau jaket.
  3. Furing Asahi
    Furing ini berfungsi sebagai lapisan dalam pakaian untuk menyerap keringat dan memberikan rasa hangat. Biasanya digunakan pada pakaian dalam yang ingin memberikan kesan rapi.
  4. Polar
    Mirip dengan fleece, namun dengan tekstur yang hampir sama di bagian dalam dan luar. Biasanya terbuat dari campuran serat viscose, cotton, polyester, dan serat sintetik lainnya.
  5. Furing Motif Kotak-Kotak
    Furing dengan motif kotak-kotak hitam dan putih, menambah keunikan pada pakaian. Tersedia dalam varian kotak-kotak kecil dan besar.
  6. Furing Dormeuil England
    Furing berkualitas tinggi dengan stamp permanen pada permukaannya. Biasanya digunakan pada pelapis jas dan jaket untuk tampilan yang lebih mewah.

BACA JUGA: Bahan Taslan untuk Jaket Tambang: Kelebihan Menggunakan Bahan Taslan Untuk Jaket Tambang

Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang kain furing dan jenis-jenisnya, Anda dapat memilih dengan lebih bijak bahan untuk desain dan kebutuhan pakaian Anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dalam memilih kain yang tepat.

Nah bagi Anda yang sedang mencari konveksi untuk kebutuhan Anda membuat pakaian untuk perusahaan, jualan online, dan lain-lain kami sangat merekomendasikan Konveksi Tambang Jogja. Konveksi Tambang Jogja merupakan salah satu konveksi yang terbaik di kota Jogja, dan telah dipercaya oleh banyak perusahaan besar di indonesia. silahkan anda kunjungi website Konveksi Tambang jogja atau anda juga dapat kunjungi katalog Konveksi Tambang Jogja. Konveksi Tambang Jogja memastikan Anda akan mendapatkan pengalaman yang unik dalam memesan pakaian, bukan hanya itu Konveksi Tambang Jogja juga memberikan anda harga yang terjangkau dan kompetitif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Chat CS 1
Halo ... ada yang bisa dibantu