Cara Mengatasi Konsumen PHP April 10, 2019

Jaman sekarang ini semakin ramai, terutama dibidang perdagangan online maupun offline. Tidak sedikit para pembeli lebih suka berbelanja online melalui berbagai macam aplikasi online shop maupun media sosial seperti instagram, facebook dsb. Dalam sebuah bisnis online, Anda pastinya sering menemukan calon pembeli dengan berbagai macam karakter. Ada yang langsung tertarik dengan produk yang ditawarkan, ada juga yang tertarik namun masih bimbang, dan biasanya gagal untuk closing order.

Kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana cara mengatasi calon konsumen PHP. Jika melakukan close order dengan calon pembeli, biasanya lebih mudah jika kita melalui jalur offline/face to face daripada melakukannya melalui jalur online. Tetapi jangan salah, semua itu tergantung dengan si calon pembeli, apakah dia benar-benar serius atau hanya sekedar ingin tau saja. Namun kebanyakan diantara mereka adalah PHP (Pemberi Harapan Palsu). Bagi penjual online saya yakin pasti sering mengalami hal ini, diantaranya:

  • Sudah tanya panjang lebar mengenai produk, tetapi tidak order
  • Sudah memberikan alamat pengiriman dan no. rekening tetapi tidak transfer-transfer
  • Sudah pesan tapi tanya sama suami/istri dulu
  • Sudah chat atau diskusi panjang lebar, ujung-ujungnya nanti saya kabarin lagi ya alias digantung.

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang sebelum memutuskan untuk membeli, diantaranya adalah:

  1. Kemungkinan calon pembeli masih galau dengan pilihannya, biasanya mereka membandingkan suatu produk dengan produk lain sebelum memutuskan membeli, dan diperlukan cukup waktu dalam memutuskan hal tersebut.
  2. Kemungkinan calon pembeli belum memiliki uang yang cukup , jadi mereka memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu, Jika sudah ada uang bisa saja mereka menghubungi Anda untuk membeli, atau Anda bisa proaktif falam memnfollow up si calon pembeli.
  3. Si calon pembeli belum menemukan need nya dari produk yang Anda tawarkan, disini pentingnya Anda menggali produk yang dibutuhkan oleh mereka.
  4. Calon pembeli hanya iseng. Sudah dijawab panjang lebar, alhasil mereka hanya iseng bertanya saja. Tenang, dalam menghadapi mereka yang kita butuhkan hanyalah kesabaran.

Ciri – Ciri Konsumen PHP :

  1. Jika calon pembeli tidak memberikan jawaban kepada Anda, berarti fix, mereka PHP.
  2. Jika calon pembeli sudah closing order dengan kita, dan mengatakan bahwa akan transfer secepatnya dengan total nominal yang sudah kita berikan kepada mereka, namun tidak ada kabar setelah itu, mereka biasanya akan hit and run setelah memasuki babak transfer. Namun, jika calon pembeli memberikan jawaban waktu (tanggal atau jam berapa dia akan transfer), bisa kita ulang memberikan informasi transfernya kemana dan berikan catatan bahwa barang akan dikirim setelah melakukan transfer ke rekening kita.

Nah dibawah ini kita akan berikan beberapa cara mengatasi konsumen PHP. Simak penjelasannya berikut ini :

  1. Pahami Pembeli Anda

Kebiasaan orang Indonesia yang selalui survey harga, keliling olshop untuk menemukan harga terbaik itu yang patut Anda maklumi. Jika produk Anda sesuai dengan apa yang mereka harapkan, mereka pasti akan membelinya. Akan tetapi tidak jarang juga mereka hanya sekedar bertanya – tanya saja. Biasanya lebih banyak PHP nya.

Mulailah dengan trik memahami calon pembeli produk Anda. Hal seperti ini sangatlah biasa dan wajar dalam jual beli via online. Jangan terburu – buru mengambil sikap marah ataupun emosi terhadap calon pembeli yang seperti itu. Bijaklah dalam memahami karakter calon pembeli Anda, jangan sampai Anda sebagai penjual memarahi ataupun sampai mencaci dengan kata – kata yang tidak pantas hanya karena mereka tidak jadi membeli produk Anda.

  1. Melakukan Teknik Sapaan

Misalkan calon customer anda belum melakukan transfer ke Rekening anda, cobalah sapa mereka dengan kalimat – kalimat yang baik , seperti dibawah ini
“Selamat pagi kak, pesanannya kemarin sudah kami siapkan. Dimohonkan transfer sebelum jam 17.00 agar bisa ikut pengiriman hari ini.”.

Cara seperti ini berfungsi agar para calon pembeli merasa diperhatikan dan merasa sungkan jika tidak jadi membeli.

  1. Melakukan Teknik Kirim Gambar / Foto

Apabila teknik sapaan belum berhasil, berberapa jam setelah chat pertama terkirim, Anda dapat mengirimkan gambar/foto bahwa barang sudah siap dikirim. Tetapi Anda mengirim gambar/foto packing produk lain. Anda dapat menjadikan ini sebagai trik agar si calon pembeli segera melakukan transfer.

  1. Melakukan Ancaman Kecil

Jika teknik sebelumnya belum maksimal ataupun belum juga berhasil, keesokan harinya Anda bisa menyapa kembali calon pembeli Anda dengan sedikit ancaman kecil, misalnya seperti ini:

“Selamat pagi Kak, untuk stok barang yang ingin dibeli stoknya sudah menipis. Menunggu stok ready lagi akan membutuhkan waktu beberapa hari lagi. Kami tunggu kabarnya ya ..”.

Biasanya, chat seperti ini akan memberi kesempatan si calon pembeli untuk membalas. Dan balasan chat mereka biasanya seperti ini :

“Oh iya kak, tidak apa – apa biar di ambil orang lain aja dulu”.

Dalam kasus seperti ini, kita mendapat kepastian bahwa kemungkinan besar customer tidak jadi membeli. Tetapi setidaknya Anda tidak merusak hubungan dengan si calon pembeli.

Mungkin sekarang mereka tidak membutuhkannya, tetapi lain waktu jika mereka berminat dengan produk Anda, pasti akan menghubungi Anda kembali. Maka Anda bisa membalas chat ini dengan kata kata dibawah ini :

“Oke kak, kami tunggu orderan yang lainnya. Jika ada produk terbaru, kami akan share kembali .. Terima kasih ya kak ”

Maka setidaknya Anda sudah memiliki database calon konsumen Anda. Anda bisa memanfaatkan kontak hp mereka untuk jalur promosi produk.

  1. Menjalin Hubungan Baik

Jika si calon pembeli tidak jadi membeli produk Anda, tetap jalin hubungan baik dengan mereka, usahakan Anda tetap berkomunikasi dengan calon pembeli. Jalinan silaturahmi adalah salah satu faktor besar kesuksesan bisnis Anda.

  1. Berbagi Tips dan Informasi

Jika si calon pembeli tetap tidak jadi membeli produk Anda, Anda bisa memanfaatkan kontak mereka untuk berbagi tips dan informasi terkait dengan produk yang Anda miliki.

Meskipun mereka tidak jadi membeli produk, Anda tetap bisa memberikan tips dan informasi yang bermanfaat untuk mereka.

Dengan memberikan tips dan informasi yang berkelanjutan, setidaknya mereka akan selalu ingat brand Anda. Dan jika mereka butuh, pasti suatu saat akan menghubungi Anda.

Kesimpulan dari Artikel kali ini adalah jika memang cara – cara diatas dirasa belum juga berhasil untuk meluluhkan hati si calon pembeli, memang belum jodoh. Setidaknya Anda sudah mendapatkan database mereka, dan sewaktu – waktu bisa menawarkan produk terbaru lagi. Sebagai penjual kita harus ,mengutamakan kenyamanan calon pembeli, dan memaklumi berbagai sifat yang ada pada mereka. Kuncinya adalah sabar.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Ada kurang lebihnya mohon dimaafkan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk teman – teman semua.

Jangan lupa mampir dan follow ig kita di @konveksijogjaa
Main kekantor CV. Konveksi Tambang juga boleh , Jl. Langensuryo, KT II/176, Yogyakarta.
Mimin tunggu yaa 🙂
Terimakasih sudah mampir ke website kami.

Referensi : https://www.walisongo.co.id/artikel/menghadapi-customer-php.html

Post a comment