Cara Sablon Kaos September 7, 2018

Dalam dunia sablon, kita dapat melakukan 2 cara berbeda untuk menyablon. Diantaranya adalah Sablon Manual dan Sablon Digital. Dalam melakukan sablon digital maupun manual, kita harus memiliki ketelitian dan ketekunan. Terlebih lagi jika sablon manual. Disini kita akan membahas sedikit untuk tata cara sablon kaos manual maupun digital.

  1. Sablon Manual 

Sablon manual adalah teknik sablon yang menggunakan peralatan seperti screen, rakel dan lainnya yang dibagian besar proses penyablonan masih menggunakan keahlian manusia yang mengerjakannya. Bisnis sablon kaos di Indonesia sangat menggiurkan, apalagi bila datang masa kampanye Pemilu. Omset bisnis ini naik berkali-kali lipat. Karena kaos adalah media kampanye wajib dalam acara tersebut. Selain itu, sablon kaos juga masih digunakan untuk media promosi berbagai bisnis.

A. PERSIAPAN CETAK SABLON
Pertama-tama yang harus Anda siapkan adalah bahan dan alat untuk menyablon kaos yang diantaranya adalah :
1. Kaos yang akan dicetak (Warna Putih atau terang)
2. Papan tripleks sesuai besar kaos
3. Rangka/screen dengan gambar yang sudah diafdruk (lihat cara afdruk)
4. Rakel yang sudah terpasang di pegangan rakel
5. Tinta sablon tekstil
6. Beberapa lembar plastik dan lakban
7. Kain katun perca & air secukupnya untuk lap sisa tinta.

B. PROSES CETAK SABLON
1. Siapkan kaos. Masukkan tatakan tripleks ke dalam kaos agar tinta tidak merembes ke bagian belakang kaos dan menstabilkan kaos waktu disablon.
2. Letakkan rangka / screen / kasa sablon di atas kaos. Posisikan gambar sesuai dengan keinginan perancang. Bila warna lebih dari satu, tutupi gambar yang lain dengan selembar plastik dan selotip secukupnya.
3. Posisikan rangka screen sesuai rancangan.
4. Tuang tinta di tepi gambar bagian atas dari anda menghadap obyek. Selanjutnya, tarik cat sablon tersebut ke arah ke bawah menggunakan rakel dengan tekanan yang rata, cukup satu kali tarikan.
5. Sablon kaos telah selesai bila Anda cuma menghendaki satu warna sablon dan lihat hasilnya dengan mengangkat rangka screen perlahan-lahan. Berikutnya keringkan kaos tersebut.

C. PROSES PASCA CETAK SABLON
Ada tiga hal (bisa lebih) yang biasanya perlu anda lakukan setelah anda selesai melakukan pencetakan, yaitu :

Proses Drying
Setiap tinta cetak memerlukan waktu untuk mengering dengan sempurna, bahkan bila anda memegang tinta tersebut dan permukaannya anda rasa telah mengering, belum tentu tinta tersebut telah kering dengan sempurna. Oleh karena itu penting untuk mengenal karakteristik tinta cetak yang anda gunakan. Untuk proses ini anda dapat melakukannya dengan melalui proses alami (penjemuran) atau dengan bantuan mesin (kipas angin, blower, dsb).

Proses Curing
Proses ini memerlukan alat–alat yang khusus untuk dapat mengeringkan jenis–jenis tinta tertentu. Seperti misalnya tinta jenis plastisol yang perlu melalui proses pemanasan dalam temperatur yang sangat panas (sekitar 143 – 166 derajat Celcius), dengan menggunakan mesin conveyer atau flash heater. Untuk Tinta Karet / GL / Rubber, juga memerlukan proses curing, dengan menggunakan mesin hot press yang dapat diatur panas temperaturenya (sekitar 110 – 130 derajat Celcius).

Proses Burning/Pengopenan
Ada juga jenis–jenis tinta tertentu yang membutuhkan treatment seperti ini, pada dasarnya proses ini membakar/memanggang tinta tersebut sehingga mencapai titik pengeringan yang sempurna.

2. Sablon Digital 

Sablon Digital adalah proses penyablonan yang menggunakan teknologi mesin transfer panas untuk mencetak gambar atau tulisan pada sebuah media. Media yang biasa digunakan adalah kaus, keramik, mug dan piring. Proses pengerjaan digital sablon tidak membutuhkan waktu yang lama dalam memproduksi sebuah produk, yang mana sangatlah efisien dalam mengikuti pergerakan bisnis yang sangat cepat di masa sekarang ini. Dan satu hal penting lagi, digital sablon bisa memproduksi satuan.

A. Peralatan yang dibutuhkan:

  • Printer inkjet merk Epson (inkjet printer desktop merk lainnya seperti: Canon, HP, Lexmark, Brother, Xerox lain-lainnya. Tidak bisa digunakan karena menggunakan thermal printhead) yang dimodifikasi dengan tinta sublimasi.
  • Gunakan kertas sublimasi transfer untuk hasil terbaik (anda dapat membandingkan hasilnya jika menggunakan kertas biasa atau inkjet paper).
  • Sebuah mesin hot press kaos listrik. Jika anda menggunakannya di rumah, pilihlah mesin press yang dayanya tidak melebihi daya listrik di rumah anda.
  • Baju/kaos dengan bahan yang tidak murni cotton, tetapi mengandung polyster (semakin besar polysternya sebagai bagus), dan warna putih atau warna muda.
  • Pilihan paket sablon digital bisa dilihat disini

B. Langkah-langkah:

  • Cetak artwork/desain secara mirror (terbalik seperti tulisan “AMBULANCE” pada mobil ambulan) ke atas kertas transfer.
  • Posisikan cetakan kertas transfer dengan sisi tinta sublimation menyentuh pada sisi kaos dan letakkan pada mesin hot press kaos.
  • Jepit kaos tersebut dengan temperatur dengan waktu yang sudah ditentukan (temperatur dan waktu tergantung dengan ketebalan bahn kaos, tetapi kisaran waktu biasanya hanya beberapa menit saja).
  • Lepas kertas tersebut dari bahan kaos, dan gambar/tinta sublimasi akan pindah atau menyatu dengan kaos. Proses selesai.

Teknologi sablon digital sudah berkembang sehingga anda tidak dibatasi dengan hanya kaos berwarna dasar putih atau muda dan bahan kaos yang mengandung polyster saja, tetapi juga pada warna dasar hitam atau gelap dan bahan dasar 100% katun juga.

Sumber : https://www.rumahsabloncepat.com/teknik-sablon-manual-dari-awal-hingga-akhir/

https://sablonkaoscepat.wordpress.com/

Yuk mampir dan follow IG kita @konveksijogjaa (pakai @) , nanti temen-temen bisa langsung check sendiri produk-produk yang sudah pernah dihasilkan CV. Konveksi Tambang.

Post a comment